Estafet resources antara penguasa dengan penggantinya kurang mulus
1. Ketika Bung Karno diganti Pak Harto, negara dalam keadaan bangkrut. Kata Pak Emil Salim, separo duit rupiah dibawa lari orang-orang Orde Lama yang lari ke luar negeri. Lalu satu rupiah menggantikan 1000 rupiah.
Orde Baru mulai berhutang ke luar negeri. Karena memperoleh dukungan di awal memerintah, Orde Baru menjadi lebih berani lagi.... berhutang.
2. Belum begitu jelas, bagaimana estafet antara pejabat satu yang digantikan pejabat berikutnya. Pernah tertulis di koran, ketika itu, Daud Yusuf, tokoh NKK/BKK, tidak menyangka akan diganti, ketika pergantian Pelita. Begitu pasti diganti, beliau buru-buru menuliskan laporan, untuk dokumen serah terima jabatan. Sumarlin pun melakukan hal yang mirip.
- Bagaimana pergantian pejabat di era sekarang ? Adakah laporan lengkap dan rinci untuk memperlancar estafet suatu jabatan ?
- Bagaimana pergantian pejabat pada peralihan kekuasaan dari Pak Harto ke Pak Habibie ?
- Bagaimana pergantian pejabat pada peralihan kekuasaan dari Pak Habibie ke Gus Dur ?
- Bagaimana pergantian pejabat pada peralihan kekuasaan dari Gus Dur ke Bu Mega ?
- Bagaimana pergantian pejabat pada peralihan kekuasaan dari Bu Mega ke Pak SBY ?
3. Apakah setiap rejim pemerintahan baru harus cari sendiri dana untuk memerintah ? Kenapa ada banyak rekening yang tidak dilaporkan ke MenKeu ? Kenapa Bu Mega bilang bahwa birokrasi seperti keranjang sampah ? Dan kebetulan selama dua tahun awal pemerintahan SBY, Indonesia banyak dilanda benc ana alam dan bencana warisan dari kebijakan rejim sebelumnya,
Apakah ketika terjadi pergantian kekuasaan semua dana negara dialihkan kepada pemerintah baru ? Apakah semua sumberdaya lainnya yang dimiliki negara juga di-estafet-kan dengan mulus ?
Mudah-mudahan ini hanya prasangka salah seorang rakyat kecil saja.
Namun, bila itu benar terjadi, Indonesia selamanya akan jalan di tempat. Visi 2030 tinggal sekedar tumpukan kertas saja.
Referensi:
1. Presiden minta Menteri Keuangan menertibkan rekening liar.
http://www.kompas.co.id/ver1/Ekonomi/0706/15/132126.htm
2. Pesawat Airfast diusir Prancis
Larangan terbang
Harian Media Indonesia Cetak, Sabtu 7 Juli, 2007, hal 1, pojok kanan bawah.
3. Ide Membangun Ekonomi Kreatif
EDITORIAL, Minggu, 08 Juli 2007
http://www.media-indonesia.com/editorial.asp?id=2007070721543006
4. Depkeu Jadi Percontohan Reformasi Birokrasi
Pemerintah Belum Yakin Korupsi Akan Langsung Berhenti, Senin, 09 Juli 2007
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0707/09/utama/3674346.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar